Oleh: darmawanachmad | 21 Maret 2010

Kapitalisme Sistem yang Gagal

Nouriel Roubini, Kepala RGE Monitor dan Profesor Ilmu Ekonomi Universitas New York mengatakan kepada Financial Times (9/2/09), bahwa supervisi dan regulasi sistem keuangan model Anglo-Saxon telah gagal. Sistem keuangan yang diterapkan di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Anglo-Saxon lainnya adalah sistem Kapitalisme. Kapitalisme merupakan sistem yang berasas pada Sekularisme dengan menjadikan penjajahan sebagai metode untuk mempertahankan dan menyebarluaskan ideologi ini.

Sistem ini sangat jahat dan rakus sehingga negara-negara pengemban ideologi ini dikenal juga sebagai negara imperialis. Sayangnya, perubahan metode penjajahan dari yang bersifat fisik menjadi penjajahan politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya (neoimperialisme) paska Perang Dunia II tidak disadari oleh negara-negara yang baru merdeka.

Negara-negara seperti Indonesia justru mengadopsi sistem hukum, politik, ekonomi, dan pemikiran warisan bangsa penjajah (Barat). Akibatnya berkembanglah pemahaman-pemahaman kufur seperti demokrasi dan nasionalisme yang mengikat negeri kita dalam bentuk penjajahan baru (neoimperialisme).

Di bidang ekonomi, negara-negara di dunia dijadikan sapi perahan oleh negara-negara Kapitalis kuat (Barat dan Jepang). Sumber daya alam mereka dikuras, lingkungan dirusak, dan menjadikan negeri-negeri tersebut sebagai pasar produk-produk Barat.
Kejahatan Kapitalisme hingga kini telah menyebabkan 26.500-30.000 anak setiap harinya meninggal dunia. Atas nama kebebasan, perdamaian, dan demokrasi negara-negara Kapitalis seperti Amerika dan Inggris tidak sungkan-sungkan membunuh jutaan umat manusia (khususnya kaum muslim) untuk mencapai tujuan-tujuan jahatnya.

Kejahatan Kapitalisme dilandasi oleh ketamakan dan kehausan akan harta dan kekayaan. Bahkan, Muhammad Yunus menyatakan ketamakan merupakan bahan bakar Kapitalisme. Kapitalisme menjadikan kepuasan materi sebagai tolak ukur kebahagian.

Allah SWT telah memperingatkan kepada kita bahwa hanya sistem Islam-lah yang kokoh dan dapat menyelamatkan umat manusia di dunia dan akhirat dengan beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Dalam al-Quran surah at-Taubah ayat 109, Allah memberitahukan orang-orang yang membuat bangunan ditepi jurang yang runtuh (tidak atas dasar Islam seperti Kapitalisme) akan jatuh dalam kehancuran dan mendapat siksa pedih di neraka Jahanam.

Sudah banyak pakar ekonomi Barat yang menyatakan kegagalan sistem Kapitalisme. Berbagai pertemuan yang digelar -termasuk Forum Ekonomi Dunia di Davos 28 Januari-1 Februari 2009- pimpinan Barat dan dunia juga gagal memecahkan permasalahan yang dihadapi sistem Kapitalisme.

Jika orang Barat sendiri sudah mengatakan Kapitalisme telah gagal mengapa bangsa Indonesia tetap mempertahankannya. Bahkan di tengah megapnya pesta demokrasi tahun ini, mereka bahkan tidak terpikir sama sekali untuk memilih sistem yang benar (syariah) justru mereka terperangkap dalam pilihan hanya memilih orang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: