Oleh: darmawanachmad | 29 Oktober 2010

Definisi & Proses Investasi

Definisi Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.
Sesuai dengan kebutuhannya untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka sejak zaman dulu manusia selalu menggunakan berbagai cara agar kebutuhan hidupnya dapat dicapai, jika pada awalnya manusia cukup bekerja keras dan menabung, maka sesuai dengan perkembangan zaman manusia memerlukan investasi sebagai salah satu usaha tersebut. Khusus di dalam tulisan ini investasi yang dimaksud adalah investasi di pasar modal jangka panjang yang dilakukan oleh investor.
Investor yang melakukan investasi di pasar modal haruslah mengambil keputusan yang paling tepat dalam proses investasinya agar terjadi optimalisasi dari nilai asetnya, keputusan ini meliputi jenis sekuritas apa yang akan dipilih dan berapa banyaknya investasi tersebut akan dilakukan, dan untuk mengambil keputusan yang tepat tersebut maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menentukan kebijakan investasi.Disini pemodal perlu menentukan apa tujuan investasinya, dan berapa banyak investasi tersebut akan dilakukan;
2. Analisis Sekuritas. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi sekuritas mana yang nampaknya mispriced. Bisa dilakukan dengan analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal menggunakan data (perubahan) harga pada masa lalu sebagai upaya untuk memperkirakan harga sekuritas di masa yang akan datang. Analisis fundamental berupaya mengidentifikasi prospek perusahaan (lewat analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya) untuk dapat memperkirakan harga saham di masa yang akan datang;
3. Pembentukan Portofolio. Portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih, dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut;
4. Melakukan revisi portofolio. Tahap ini merupakan poengulangan terhadap tiga tahap sebelumnya, dengan maksud jika perlu melakukan perubahan terhadap portofolio yang telah dimiliki;
5. Evaluasi kinerja portofolio. Pada tahap ini pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) dar portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun resiko yang ditanggung.
Teori Asset Portofolio Dalam Investasi
Jika kita berbicara tentang portofolio, maka kita tidak terlepas dari yang namanya aset, khususnya dalam hal ini aset finansial. Adapun menurut professor Ekonomi Frederic S. Mishkin dalam bukunya yang berjudul “The Economics of Money, Banking, and Financial Markets”, terdapat empat faktor penting yang menentukan permintaan dari suatu bentuk aset, yaitu:
1. Wealth (kekayaan), merupakan total dari seluruh sumber pendanaan yang dimiliki oleh individu, termasuk seluruh jenis aset. Ketika kekayaan kita meningkat, tu berarti kita memiliki lebih banyak sumber dana yang tersedia untuk membeli aset, sehingga dengan demikian jumlah aset yang diminta pun meningkat. Oleh karena itu, dampak dari perubahan pada kekayaan terhadap permintaan aset adalah positif, yang berarti peningkatan kekayaan meningkatkan jumlah permintaan aset (ceteris paribus).
2. Expected Return (ekspektasi pengembalian), yaitu pengembalian yang diharapkan sepanjang periode berikutnya pada suatu aset relatif terhadap aset lainnya. Sebagai analoginya, jika ekspektasi pengembalian dari suatu saham meningkat dibandingkan dengan tingkat suku bunga deposito, maka secara rasional individu akan lebih memilih untuk menaruh asetnya di saham dibandingkan menaruhnya pada deposito tabungan. Dengan demikian, peningkatan ekspektasi pengembalian pada suatu aset relatif dengan aset lainnya akan meningkatkan jumlah aset yang diminta (ceteris paribus).
3. Resiko, adalah derajat ketidakpastian yang dihubungkan dengan pengembalian pada suatu aset relatif terhadap aset lainnya. Biasanya aset yang beresiko tinggi akan memiliki pengembalian yang tinggi pula. Namun kebanyakan orang bersifat risk averse, sehingga jika suatu resiko pada aset relatif meningkat dibandingkan dengan aset lain maka pemintaan aset tersebut akan menurun (ceteris paribus).
4. Likuiditas, yaitu tingkat kemudahan dan kecepatan dimana aset dapat dirubah ke dalam bentuk uang tunai relatif terhadap aset. Suatu aset dikatakan likuid (cair) jika pasar di mana aset tersebut diperdagangkan memiliki banyak penjual dan pembeli. Sehingga semakin cair suatu aset relatif terhadap aset lain, maka semakin aset tersebut diinginkan, dan jumlah permintaannya pun akan meningkat (ceteris paribus).
INGAT !! Di dalam melakukan suatu investasi, investor yang rasional mempertimbangkan keempat hal di atas. Dan dikarenakan adanya resiko yang dihadapi dalam setiap keputusan investasi membuat para investor berhati-hati dan menganalisis serta mengkalkulasi secara matang aset tersebut sehingga dengan demikian investor dapat mempertimbangkan preferensi investasinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: